Tokoh Agama Sebagai Penggerak Perubahan Prilaku Hidup Bersih & Sehat
Jun 08, 2026
Di Desa Gunung Malang, Ustadz Zainul Muttaqin dikenal sebagai tokoh agama yang kesehariannya sebagai guru sekolah Madrasah, guru ngaji di TPQ dan juga penceramah. Melalui kegiatan rutin hariannya setiap sore yaitu mengajar mengaji di TPQ yang berlokasi dirumahnya anak-anak merasa dekat dengannya, begitu juga para orang tua. Sosoknya dihormati dan nasihatnya selalu didengarkan.
Sebelum terlibat dalam program edukasi WASH, Ustadz Zainul Muttaqin memang sering menyampaikan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Namun, beliau belum secara khusus membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan pakai sabun di waktu-waktu penting, menggunakan jamban sehat, atau menjaga lingkungan dari sampah. Pesan tentang kebersihan masih sebatas teori, belum menjadi kebiasaan sehari-hari.
Perubahan mulai terasa ketika beliau mengikuti kegiatan penguatan kapasitas tokoh agama terkait WASH yang difasilitasi oleh Mitra Samya bersama Wahana Visi Indonesia. Dari pelatihan tersebut, beliau menyadari bahwa ajaran thaharah dalam Islam sangat erat kaitannya dengan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Ia juga memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti tidak mencuci tangan atau buang air besar sembarangan dapat memicu penyakit yang berdampak pada tumbuh kembang anak.
Sejak saat itu, ada kebiasaan baru di TPQ. Sebelum mengaji dimulai, anak-anak diminta mencuci tangan terlebih dahulu. Jika ada yang datang dengan kaki atau tangan kotor setelah bermain, beliau dengan sabar mengingatkan untuk membersihkan diri sebelum duduk belajar. Dalam setiap kesempatan, beliau menyisipkan pesan sederhana tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan buang air besar sembarangan (BABS) di tepian pantai sekitar pemukiman.
Perlahan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang dulu masih sering terlihat BABS di pinggir pantai kini sudah tidak terlihat lagi. Mereka juga terbiasa mencuci tangan tanpa harus disuruh. Beberapa orang tua bahkan bercerita bahwa anak-anak mereka mulai mengingatkan anggota keluarga di rumah untuk melakukan CTPS.
Menurut Ustadz Zainul Muttaqin, perubahan paling bermakna adalah ketika kebersihan tidak hanya menjadi bagian dari pendidikan iman dan akhlak tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat luas dan lingkungan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wahana Visi Indonesia atas kesempatan yang diberikan.
“Dengan mengikuti pelatihan WASH, saya merasa mendapatkan tambahan ilmu. Ternyata menyampaikan pesan kebersihan tidak berhenti sampai di situ saja, tetapi ada kaitannya dengan penyebaran penyakit dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Perubahan paling signifikan dalam cerita ini adalah berubahnya peran seorang guru ngaji menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari lingkaran kecil TPQ, pesan WASH tumbuh menjadi kebiasaan baru yang menyebar ke keluarga dan lingkungan sekitar, memperkuat budaya hidup bersih yang lebih berkelanjutan.