Perubahan Kecil Ditangan Kami
Jun 08, 2026
Di Desa Seruni Mumbul, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan pengelolaan air minum rumah tangga (PAMRT) bukanlah hal yang asing. Sebagian warga sudah mempraktikkannya, namun belum selalu dilakukan secara konsisten oleh semua keluarga. Dalam keseharian, kebiasaan lama masih sering muncul tangan tanpa sabun atau mengonsumsi air tanpa dimasak ketika dianggap aman tanpa disadari risikonya bagi kesehatan keluarga.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada 22 Januari 2026 menjadi titik refleksi bersama. Melalui fasilitasi Mitra Samya dan dukungan sanitarian Puskesmas Labuhan Lombok, peserta diajak melihat kembali kebiasaan sehari-hari yang selama ini dianggap sepele. Penjelasan tentang perpindahan kuman melalui tangan dan air minum, terutama di musim hujan, membuat banyak peserta khususnya para ibu menyadari kaitannya dengan anak yang mudah sakit.
Suasana berubah saat sesi praktik dimulai. Ibu Mastah, kader Posyandu, memandu enam langkah CTPS dan mengajak semua peserta berdiri serta mempraktikkannya bersama-sama dengan iringan lagu CTPS. Tawa, gerakan tangan, dan pengulangan langkah membuat praktik ini terasa mudah dan menyenangkan. Beberapa ibu bahkan langsung menuntun anaknya untuk ikut mencuci tangan, menjadikan momen tersebut sebagai pembelajaran bersama di dalam keluarga.
Perubahan paling bermakna dari kegiatan ini adalah bergesernya cara pandang masyarakat. CTPS dan PAMRT tidak lagi dilihat sekadar sebagai anjuran kesehatan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab orang tua dalam melindungi keluarga. Dengan pembagian sarana CTPS serta komitmen untuk menerapkan dan menularkan praktik ini kepada keluarga dan tetangga, enam langkah sederhana tersebut menjadi awal perubahan kebiasaan menuju desa yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak.