Modal Sederhana, Tapi Hasil Bikin Hidup Lebih Tenang
Jun 08, 2026
Senyum di wajah istri Pak Arifudin hari itu berbicara lebih banyak daripada kata-kata. Ada rasa lega yang mendalam saat beliau menyambut kami di rumahnya di Desa Gunung Malang.
Dulu, karena tidak punya fasilitas sanitasi sendiri, keluarganya terpaksa berjalan cukup jauh ke pinggir pantai hanya untuk buang air besar. Kalau darurat terjadi di larut malam atau saat cuaca buruk, mereka sering kali terpaksa menggali lubang seadanya di halaman belakang rumah, atau menumpang ke tetangga dengan perasaan sungkan. Dampaknya bukan cuma lingkungan yang kotor, tapi kesehatan anak-anak juga sering terganggu.
Semua berubah sejak keluarga Pak Arifudin menerima bantuan stimulan jamban dari Wahana Visi Indonesia.
Meskipun belum mampu membangun dinding permanen dari bata atau spandek, hal itu tidak menyurutkan kebahagiaan mereka. Dengan kreatif, mereka memanfaatkan apa yang ada di rumah beberapa lembar kain sarung, terpal bekas, sepotong anyaman bambu terlihat dibentangkan rapat untuk menutup sisi jamban menjadi pelindung privasi dan pemberi rasa aman yang selama ini mereka dambakan.
Sambil menunjukkan jamban barunya tersebut, sang istri menyampaikan sebuah kalimat yang menyentuh sekaligus menyentil: "Hal yang seperti ini yang kami harapkan. Tidak banyak melakukan pendataan terus tapi belum ada terlihat hasilnya. Inilah yang kami butuhkan dan manfaatnya sangat kami rasakan."
Fasilitas baru ini langsung memicu perubahan perilaku yang luar biasa. Kebiasaan lama pergi ke pinggir pantai atau menggali lubang di halaman belakang pun langsung ditinggalkan. Sang ibu kini aktif mendidik anak-anaknya untuk menjaga sanitasi dan selalu mencuci tangan. Saat malam tiba atau musim hujan melanda, mereka tidak perlu lagi khawatir. Rumah mereka kini bersih, sehat, dan bebas bau.
Menariknya, perubahan ini tidak berhenti di keluarga Pak Arifudin saja. Melihat jamban sederhana berdinding sarung itu berdiri dan berfungsi dengan baik, beberapa tetangga sekitar yang belum memiliki sanitasi pribadi berceletuk, "Ternyata mudah ya punya jamban sendiri di rumah. Yang paling penting itu niat sama kemauan kita buat berubah, demi kesehatan keluarga sendiri."
Jamban berdinding kain sarung itu kini bukan lagi sekadar pemenuh kebutuhan dasar bagi satu keluarga, melainkan pembuka mata bagi warga sekitarnya. Membuktikan bahwa perubahan pola hidup sehat tidak harus menunggu modal yang besar, melainkan dimulai dari langkah nyata yang membawa perubahan hidup yang lebih baik bagi warga Desa Gunung Malang.